Palembang — Tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana banjir di kawasan perkotaan.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerhati lingkungan dan kebijakan publik, Dr. Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (8/1/2026), menegaskan pentingnya langkah mitigasi yang terencana dan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Dr. Amiruddin Sandy, banjir perkotaan tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh tata kelola lingkungan dan pola pembangunan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan.
Curah hujan yang tinggi menjadi pemicu, namun dampaknya akan semakin besar jika sistem drainase tidak berfungsi optimal dan ruang terbuka hijau terus berkurang.
“Curah hujan tinggi adalah fenomena yang tidak bisa kita hindari, tetapi dampak banjir sebenarnya bisa ditekan jika mitigasi dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi banjir perkotaan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain normalisasi dan pemeliharaan rutin saluran drainase, pengendalian alih fungsi lahan, serta peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali banjir.
Selain itu, perencanaan tata ruang harus konsisten dengan prinsip pembangunan berkelanjutan agar tidak memperparah risiko genangan.
Dr. Amiruddin Sandy juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana. Pemerintah perlu memastikan informasi cuaca dan potensi bencana dapat diakses dengan cepat oleh masyarakat, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan sejak dini.
Di sisi lain, peran masyarakat tidak kalah penting dalam mengurangi risiko banjir. Ia mengingatkan bahwa perilaku sehari-hari seperti membuang sampah sembarangan dan menutup saluran air di lingkungan permukiman masih menjadi persoalan klasik yang berdampak besar.
Kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci dalam upaya pencegahan banjir.
“Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi. Hal sederhana seperti menjaga kebersihan drainase lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai sangat berpengaruh terhadap kelancaran aliran air,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan partisipasi masyarakat melalui kegiatan gotong royong, edukasi lingkungan, serta pembentukan komunitas siaga bencana di tingkat kelurahan.
Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dinilai penting untuk menciptakan ketahanan lingkungan perkotaan.
Dr. Amiruddin Sandy berharap, tingginya curah hujan saat ini dapat menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak untuk memperbaiki tata kelola lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Dengan mitigasi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, risiko banjir perkotaan dapat diminimalkan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(**)
