Iklan

Senin, 19 Januari 2026, Januari 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-19T15:34:03Z
Daerahsiaga bencana

Polisi Pantau Debit Air di Penukal Utara, Kapolres PALI Tekankan Pentingnya Waspada Banjir Sejak Dini

Di tengah ancaman peningkatan curah hujan yang berpotensi menyebabkan bencana banjir, Polsek Penukal Utara telah mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemantauan menyeluruh terhadap debit air di kawasan rawan bencana, pada hari Senin (19/1/2026) sekitar sore hari.

 

Tindakan ini dilakukan berdasarkan arahan Plh Kapolsek Penukal Utara, IPDA Ahmah Kurdi Pratama, S.Sos., M.Si, dengan menggerakkan personel Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Lima desa menjadi fokus pemantauan utama di Kecamatan Penukal Utara – empat desa di kawasan Tempirai Raya yang berada di sekitar Danau Padang Tempirai (yaitu Desa Tempirai Induk, Tempirai Utara, Tempirai Selatan, dan Tempirai Timur), serta Desa Lubuk Tampui yang terletak di sepanjang Sungai Deras.

 

IPDA Ahmah Kurdi menjelaskan bahwa karakteristik wilayah menjadi alasan utama pemilihan lokasi tersebut. Kawasan Tempirai Raya memiliki dataran rendah yang dikelilingi rawa dan danau, sementara Desa Lubuk Tampui berpotensi terkena luapan sungai ketika intensitas hujan tinggi. "Perkembangan terkini menunjukkan kondisi debit air masih dalam batas aman dan tidak ada desa yang mengalami dampak banjir. Aktivitas masyarakat juga berjalan seperti biasa," jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan pesan dari Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan deteksi dini sebagai kunci utama dalam mitigasi bencana. "Bapak Kapolres menegaskan bahwa Polri harus hadir lebih awal untuk memastikan keselamatan masyarakat, melakukan pemantauan secara berkelanjutan, serta menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya," ucap IPDA Ahmah Kurdi.

 

Kapolres PALI juga telah menginstruksikan seluruh Polsek di wilayahnya untuk secara aktif melaporkan perkembangan situasi debit air setiap saat, serta mengedukasi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan – terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau adanya potensi banjir kiriman dari daerah hulu sungai. "Kami diminta untuk terus melakukan pemantauan dan melaporkan setiap perkembangan secara berjenjang kepada pimpinan. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keselamatan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat," tambahnya.

 

Kegiatan monitoring yang berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB melibatkan personel AIPDA Fitriawan sebagai Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Tampui, serta BRIGPOL Rico Karnando sebagai Bhabinkamtibmas untuk wilayah Tempirai, dan berakhir dalam keadaan aman serta kondusif.

 

Sebagai langkah antisipatif lebih lanjut, Polsek Penukal Utara juga telah memberikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten PALI agar segera berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk mendirikan posko siaga banjir, khususnya di wilayah Tempirai Raya dan sepanjang bantaran Sungai Deras. "Dengan langkah proaktif tersebut, diharapkan potensi dampak akibat banjir dapat diminimalisir secara maksimal dan masyarakat memperoleh perlindungan yang optimal sejak dini," pungkas IPDA Ahmah Kurdi Pratama.