![]() |
| Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel Firdaus membacakan naskah penetapan Hari Guru Ngaji di hadapan para pengurus organisasi dan tamu undangan. |
PALEMBANG — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Sumatera Selatan menetapkan tanggal 16 Maret sebagai Hari Guru Ngaji di wilayah Sumatera Selatan.
Peringatan ini akan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan, dengan momentum perdana pada 16 Maret 2026.
Penetapan Hari Guru Ngaji merupakan inisiatif Ketua Umum DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Firdaus, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi muda di tengah masyarakat.
Tanggal 16 Maret dipilih untuk mengenang hari kelahiran tokoh penggerak pendidikan Al-Qur’an di Indonesia, KH As'ad Humam (16 Maret 1933), yang dikenal luas sebagai salah satu pelopor metode pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi anak-anak.
![]() |
Gagasan tersebut kemudian dibahas dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Sumatera Selatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Abdi Praja Kantor Camat Ilir Timur I Palembang pada 24 Mei 2025. Forum Rakorwil tersebut secara resmi menyepakati penetapan tanggal 16 Maret sebagai Hari Guru Ngaji di Sumatera Selatan.
Program ini kemudian diluncurkan secara resmi pada peringatan Milad ke-36 LPPTKA BKPRMI Sumatera Selatan yang digelar pada 14 Agustus 2025 di Sekretariat DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Palembang.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel Firdaus membacakan naskah penetapan Hari Guru Ngaji di hadapan para pengurus organisasi dan tamu undangan.
Selanjutnya, naskah penetapan tersebut diserahkan kepada Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI Sumatera Selatan, Zulfikar Ali Fajri.
Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI Sumsel, Zulfikar Ali Fajri, menyampaikan bahwa peringatan Hari Guru Ngaji merupakan bentuk penghargaan terhadap para pengajar Al-Qur’an yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Guru Ngaji ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan, perhatian, dan kepedulian kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, para guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembelajaran Al-Qur’an di berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang tersebar di lingkungan masjid dan masyarakat.
Selama ini, para guru ngaji banyak menjalankan peran tersebut dengan penuh keikhlasan dan pengabdian, bahkan sebagian besar melakukannya secara sukarela dengan fasilitas yang terbatas.
Oleh karena itu, BKPRMI Sumatera Selatan berharap momentum Hari Guru Ngaji dapat meningkatkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta kesejahteraan para guru ngaji.
Peringatan perdana Hari Guru Ngaji pada 16 Maret 2026 akan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Setiap DPD BKPRMI di daerah diharapkan menyelenggarakan kegiatan peringatan yang diisi dengan berbagai agenda, seperti doa bersama, silaturahmi, serta pemberian penghargaan kepada para ustaz dan ustazah yang aktif mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga diharapkan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kantor Kementerian Agama setempat, perusahaan BUMN dan BUMD, tokoh masyarakat, hingga para dermawan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari dokumentasi organisasi, naskah penetapan Hari Guru Ngaji yang dibacakan oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel pada saat peluncuran program saat ini disimpan di Sekretariat DPW BKPRMI Sumatera Selatan sebagai arsip organisasi yang memiliki nilai historis.
DPW BKPRMI Sumatera Selatan berharap peringatan Hari Guru Ngaji tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap peran strategis para guru ngaji dalam membina generasi Qur’ani serta membangun peradaban umat melalui pendidikan Al-Qur’an.
TEKS/FOTO : DPW BKPRMI SUMSEL | EDITOR : IMRON SUPRIYADI



