Iklan

Jumat, 12 Desember 2025, Desember 12, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-13T00:42:06Z
Daerah

Air Sungai Lematang Meninggi, Pekarangan Warga Desa Curup Mulai Tergenang – Polsek Tanah Abang Intensif Patroli, Seluruh Desa Bantaran Siaga!

TANAH ABANG, Jumat (12/12/2025) – Hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak hari Kamis malam telah membuat debit air Sungai Lematang melonjak tajam. Akibatnya, sejak Jumat dini hari pukul 05.00 WIB, pekarangan rumah warga di Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, mulai tergenang air – menjadikan desa ini sebagai wilayah pertama yang terdampak.

 

Tanpa menunda, Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H. bersama personel intinya langsung turun ke lapangan untuk patroli dan pemantauan langsung. Kegiatan dimulai pukul 10.40 WIB, melibatkan PS Kanit Binmas Aipda MGS Junaidi, S.H., PS Kanit Intelkam Aipda Roy P. Saragih, S.H., dan Bhabinkamtibmas Aipda Asep Mulyana. Mereka berjalan kaki melintasi jalan yang mulai licin dan mengunjungi rumah-rumah warga di pinggir Sungai Lematang, memeriksa ketinggian air yang terus meningkat.

 

Dari hasil pemantauan, ketinggian air di pekarangan warga Desa Curup mencapai 30–40 cm. Untungnya, mayoritas rumah di desa tersebut berupa rumah panggung, sehingga air belum memasuki ruang dalam. Tidak juga ditemukan korban jiwa maupun kerugian material apapun. “Masyarakat masih beraktivitas normal, tapi kami sudah imbau agar tetap waspada – karena tren kenaikan debit air masih terlihat,” ujar IPTU Arzuan sambil mengamati air sungai yang bergelombang kencang.

 

Ia menjelaskan bahwa tidak hanya Desa Curup yang berisiko. Seluruh 11 desa di Kecamatan Tanah Abang yang berada di bantaran Sungai Lematang dan Sungai Perayun saat ini berada pada kondisi siaga. Sejauh ini, air di beberapa lokasi telah mendekati bibir sungai, siap meluap jika hujan tidak segera reda. “Banjir kali ini karena luapan Sungai Lematang, plus air kiriman dari hulu seperti Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim. Ini fenomena tahunan, tapi kami tidak boleh merendahkan resikonya,” jelasnya.

 

Untuk mengantisipasi kondisi memburuk, Polsek Tanah Abang telah mengambil langkah-langkah preventif yang cermat, antara lain:

 

- Menyiapkan koordinasi awal untuk membuka Posko Banjir di Desa Curup jika debit air kembali naik.

- Berkoordinasi erat dengan Pemerintah Desa, Kantor Kecamatan Tanah Abang, dan BPBD Kabupaten PALI.

- Melakukan dokumentasi dan pelaporan berkala agar semua stakeholder mengetahui perkembangan situasi.

- Memberikan imbauan langsung kepada warga agar tetap siaga dan tidak melakukan aktivitas di dekat tepi sungai.

 

Selain itu, Polsek juga merekomendasikan agar Dinas Sosial menyiapkan bantuan sembako, serta Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tanah Abang menyiapkan obat-obatan untuk mencegah penyakit pascabanjir seperti diare atau flu. Hingga saat ini, situasi belum memerlukan evakuasi warga, namun siaga evakuasi telah siap dipakai kapan saja.

 

IPTU Arzuan juga menyampaikan arahan tegas dari Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. “Bapak Kapolres menekankan bahwa Polri harus tetap responsif, cepat bergerak, dan selalu hadir di tengah masyarakat,” tegasnya. “Prioritas utama adalah keselamatan warga – kami diminta terus memonitor, melakukan langkah preventif, dan berkoordinasi dengan semua pihak agar tidak ada yang terluka.”

 

Hingga pukul 11.05 WIB, kegiatan patroli dan monitoring berlangsung aman dan kondusif. Tim Polsek Tanah Abang terus berkeliaran di desa-desa bantaran, memeriksa debit air dan memberikan pemberitahuan kepada warga. “Kami siap melakukan penanganan lanjutan kapan saja jika situasi banjir memburuk,” pungkas IPTU Arzuan, sambil memastikan alat komunikasi selalu aktif untuk merespons setiap laporan darurat.