Iklan

Selasa, 30 Desember 2025, Desember 30, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-30T14:24:13Z
DaerahDesa

Gembira! Sedekah Bedusun Desa Sukaraja Dipadati Warga, Wakil Bupati PALI Resmikan Graha Embung Sambil Sapa Rakyat

PENUKAL, PALI – Udara Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, menjadi penuh kegembiraan dan tawa pada Selasa (30/12/2025). Masyarakat berkumpul rame-rame menggelar Sedekah Bedusun tradisi turun-temurun yang selalu menjadi hati nurani kebersamaan dan menyaksikan peresmian Graha Embung yang ditandai dengan kehadiran langsung Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji.

 

Tempat acara dipadati bukan hanya warga lokal, melainkan juga Asisten I Pemerintah Kabupaten, Camat Penukal, kepala desa se-Kecamatan, perangkat desa, tokoh adat, dan tokoh agama. Semua berkumpul dengan hati yang sama: merayakan persaudaraan dan membangun masa depan bersama.

 

Sedekah Bedusun bukan sekadar acara berbagi makanan atau doa – ini adalah benang pemersatu yang membuat nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup meskipun zaman terus berjalan. Di sinilah silaturahmi dipanaskan, persaudaraan diperkokoh, dan semangat gotong royong terasa paling kental.

 

Kemeriahan makin meledak dengan penampilan seni budaya yang memukau! Tari Tangguk – khas Desa Sukaraja – diperagakan dengan gerakan yang lincah dan penuh makna, membuat para tamu terpukau. Sementara itu, lantunan marawis yang merdu mengisi udara, menambah nuansa religius dan kekhidmatan yang membuat suasana semakin hangat.

 

“Sedekah Bedusun itu bukan cuma tradisi, tapi cerminan hati warga yang suka berbagi dan bersyukur!” ujar Iwan Tuaji dengan semangat. Dia juga menekankan harapan agar Graha Embung yang baru resmikan bisa menjadi “rumah bersama” untuk semua warga – tempat beraktivitas, berdiskusi, dan meraih kesejahteraan yang lebih baik.

 

Kepala Desa Sukaraja, Ali Padila, tidak bisa menyembunyikan rasa bangga. “Kita senang banget! Banyak yang datang, semuanya bahagia. Sedekah Bedusun adalah simbol kita, dan Graha Embung ini adalah hadiah besar untuk masa depan Desa Sukaraja,” katanya sambil tersenyum lebar.

 

Acara ini membuktikan ketika pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan, pelestarian budaya, silaturahmi, dan pembangunan desa bisa berjalan bersama menuju masyarakat yang rukun, makmur, dan penuh kebahagiaan.