Iklan

Jumat, 09 Januari 2026, Januari 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-09T16:04:05Z
Daerah

Waspada Banjir! Debit Sungai Lematang Meningkat, Polisi Pantau 11 Desa Rawan di Tanah Abang

PALI – Potensi banjir mengancam Kecamatan Tanah Abang setelah debit Sungai Lematang mengalami kenaikan signifikan akibat curah hujan tinggi beberapa hari belakangan. Menanggapi hal ini, Polsek Tanah Abang Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) segera mengambil langkah dengan melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah rawan di sepanjang bantaran sungai.

 

Patroli dan pemantauan dilakukan pada hari Jumat (9/1/2026) mulai pukul 09.15 WIB, atas instruksi langsung Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. Tim yang dibentuk berhasil mengidentifikasi sebanyak 11 desa yang masuk dalam zona rawan terdampak luapan air Sungai Lematang.

 

Saat ini, satu desa sudah mulai merasakan dampak, yaitu Desa Curup. Genangan air dengan ketinggian 3 hingga 5 sentimeter telah muncul di beberapa area, termasuk masuk ke lapangan sepak bola desa tersebut. Meskipun demikian, kondisi ini masih dalam batas terkendali dan belum menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan properti.

 

“Alhamdulillah, situasi masih aman dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Kebanyakan rumah di Desa Curup adalah rumah panggung kayu, jadi lebih tahan terhadap genangan air pada tahap ini,” ungkap AKP Arzuan saat memberikan keterangan.

 

Selain memantau kondisi sungai, pihak kepolisian juga menjalankan arahan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. “Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan puskesmas untuk antisipasi segala kemungkinan, terutama masalah kesehatan yang bisa muncul akibat genangan air,” jelas AKP Arzuan menyampaikan pesan Kapolres.

 

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diminta untuk tetap alert, selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, dan segera menghubungi aparat jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air yang drastis.

 

Kegiatan pemantauan yang melibatkan perangkat desa, Kanit IK Aipda Roy P. Saragih, S.H., dan Kanit Propam Aipda Akipsah berakhir pada pukul 09.30 WIB dengan lancar. “Kami akan terus melakukan pengawasan secara berkala agar bisa cepat merespons jika ada perkembangan baru. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita,” pungkas AKP Arzuan.